Assalamualaikum.
Sudah lama tidak menulis di blog ini, hari ini aku menuliskan sebuah keluhan tentang UMKM yg saat ini hampir sekarat. Sejak berdirinya toko alya jaya pertama kali di pasar citayam yg sekarang sdh berubah bangunan baru,tahun 2008,aku merintis usaha jualan daster dan kolor di umkm lantai satu pasar citayam. Qadarullah, Allah berikan rejeki,usah berkembang sampai 2021 alya jaya sdh memiliki6 cabang,walaupun ada beberapa cabang yg hanya bertahan 2 tahun saja.Namanya usaha pasti ada kendala dan rintangannya.Waktu itu sampai 2019 kedua orang tua masih sehat dan berkat doa mereka usaha berjalan lancar.Kemunduran muali 2019 sejak abak meninggal dunia,usaha mulai mengalami penurunan omset,disertai pandemi covid 19.
Kemunduran berlanjut sampai 2021 saat amak sdh tiada.2022 pasar citayam dirubuhkan,walaupun aku sdh berusaha sekuat tenaga menentang penggusuran dgn segala cara,mulai mendirikan ormas,dprd,pengacara dsb. Tapi apalah daya,uang dan penguasa bicara lain. Usahaku aku pindahkan ke bojonggede,tapi hanya bertahan 3 tahun kurang,akhirnya 2024 aku tutup permanen semua usaha pakaianku.
Sekarang hanya tinggal satu toko,yaitu toko mainan alya jaya pabuaran,yg sdh berdiri sejak 2013,dgn suka dukanya. Aku tetap bertahan,walaupun dikorupsi oleh orang orang kepercayaan.
Saat ini aku dan istri mengelola toko mainan,hanya berdua tanpa karyawan,karena sdh gak sanggup gaji karyawan.
Semoga Allah kuatkan usahaku dan kembalikan kejayaan usaha UMKM ku ini agar tercapai keinginan ku dan istri menuju tanah suci yg selama ini masih tertunda.
Aamiin ya rabbil alamin.
Salam sukses selalu.
Toko mainan alya jaya,pabuaran citayam.